Antara iOS, Windowsphone dan blackberry

Kalau ditanya sama anak SD jaman sekarang, “kamu pengen hadiah ulang tahun apa?” saya yakin 90% akan bilang : “mau BB baru”, “mau Ipad 3 kayak punya temenku”, “mau iphone 5″, “mau galaxy note”, “mau hp yang bisa kirim photo”, dsb…eh ternyata itu bukan hanya untuk anak SD saja, ternyata mereka terpengaruh dengan gaya hidup hedonisme dan gadget freaks dari orang dewasa disekitar mereka, well boys will always be boys, and as they said there will always a kid inside a man…but enough said, lets get into the point…

Apa yang saya tulis itu sebetulnya cuman pengantar dan sedikit cuplikan yang saya lihat ketika saya beli iphone 5 untuk istri saya di infinite beberapa bulan yang lalu, tepatnya bulan Januari yang lalu. Istri saya yang waktu itu lagi hamil 8 bulan, baru aja kehilangan semua handphonenya baik BB onyx II yang putih maupun iphone 4. Sebagai suami yang baik tentu saya harus memberikan yang terbaik buat dia, harapan saya kalau saya beliin iphone 5 dan BB curve 3G terbaru dia akan lebih ceria (kalau si ibu ceria, tentunya bayi di kandungannnya juga ga akan sedih, itu sih pikiran saya) istri saya ga minta sih cuman saya yang kasihan aja ketika dia putus hubungan dengan dunia di sekitarnya yang penuh dengan pengguna BB dan Iphone.

Saya sebetulnya sedih harus mengakui bahwa dan istri adalah bagian dari komunitas konsumen yang terpengaruh dengan “teknologi” yang memanjakan konsumen. Saat ini di apartemen kami, ada 5 jenis smartphone : ada Iphone 4s dan Iphone 5, Nokia Lumia 820, Blackberry 9790 dan Blackberry curve 3G. Bayangkan ada 5 jenis smartphone di rumah saya, belum termasuk Ipad yang saya pakai untuk nulis blog ini. Jujur saja, semuanya memang saya dan istri perlukan, tapi saya juga dengan jujur mengakui kalau sebenarnya agak berlebihan juga make 5 smartphone di rumah.

Saya sendiri sudah menjadi pengguna smartphone sejak jaman Palm Treo 600, treo 680, lalu ke HTC Windows Mobile, terus ke Blackberry onyx II dan selanjutnya berlanjut seperti sekarang, Iphone 4s, Lumia 820, dan Onyx 3. Nah dari 3 smartphone terakhir, saya akui saya paling puas dengan Nokia Lumia 820 saya dengan system operasi windowsphone 8, yah iphone 4s ga jelek sih dan masih mumpuni tapi Lumia dengan segala simplycity-nya sejauh ini membuat saya puas.

1. Nokia Lumia 820

Sebagai advanced end user, saya menggunakan lumia untuk mendukung produktivitas saya. Saya menggunakan lumia untuk edit dokumen melalui office mobile, cek email, bikin presentasi dan terutama foto – foto bayi saya tercinta kaleia. Di waktu senggang, saya menggunakan lumia buat nonton video, dengerin musik, chat via skype atau whatsapp dengan adik saya, dan kadang – kadang saya baca artikel dan ebook dari lumia. Ukurannya yg cukup sedang dengan layar 4’3 inch cukup nyaman untuk baca ebook dibanding iphone 4s yg lebih kecil atau ipad saya yang agak terlalu gede. Selain itu aplikasi – aplikasi resmi dari nokia dan microsoft yang harus didownload dari marketplace atau store, juga mumpuni untuk aplikasi harian. Saya paling senang dengan fitur NFC atau Near Field Communicationnya, dengan earphone sport dari nokia dan wireless chargingnya saya ga membutuhkan lagi charger dengan kabel, believe me its cool :D. Overall performance Lumia saya memuaskan, ga pernah ada yang namanya hang atau lag seperti di Blackberry onyx 2 atau onyx 3 saya, padahal saya mengisi dengan ratusan lagu, dan ratusan photo.

Lah kok sepertinya lumia ga ada kekurangannya?Ada dan kekurangan utamanya adalah : Lumia bukan Iphone. Iphone tetap dalam urusan grafis, urusan stabilitas masih tetep nomor status. Belum lagi Iphone 4s itu memiliki body metal yang kokoh (iphone 5 bodynya ringkih) sementara lumia body belakangnya plastik. Responsif dari lumia ga sebagus iphone 4s, apalagi ketika saya bolak balik screennya, cukup lelet juga dibanding iphone, dan ketika saya editing foto, well aplikasi gratisan seperti snapseed di iphone hasilnya lebih bagus ketimbang fantasia photo yang sama-sama gratisan juga.

Kesimpulan saya, untuk smartphone harian yang mendukung produktivitas, lumia cukup dan amat sangat bisa dihandalkan, apalagi ada dukungan office mobile dan microsoft one note yang cukup simple dan menyenangkan.

2. Iphone 4s

Saya sudah menggunakan iphone 4s setidaknya selama 4 bulan, dan jujur saja saya juga puas dengan smartphone ini. Iphone 4s sangat stabil dan nyaman apalagi untuk urusan hiburan seperti photo, lagu dan video. Sebetulnya untuk urusan produktivitas dari seorang pengguna windows PC, prosedur di iOS agak lebih complicated. Aplikasi untuk mendukung produktifitas seperti untuk menulis di word, atau bikin excel atau bikin presentasi ga ada yang gratisan, semuanya harus didownload dan tidak mendukung kompabilitas speerti layaknya kalau langsung mau dipergunakan di komputer. Sebetulnya ada icloud dan synchonize yang bisa diakses via internet atau menggunakan cloud computing, tapi tetep saja ga praktis dan efisien seperti di lumia yang sudah menyediakan full compability dengan microsoft office. Bisa dimaklumi karena yang satu keluaran apple dan yang lain keluaran dari windows, bagaimanapun compabilitynya ga mungkin 100% mendukung. Jadi dari sisi pengguna windows lebih baik gunakan windowsphone dan pengguna macbook atau apple, ya pakai iOS aja ya.

3. Blackberry 0nyx 3

Tidak ada kata lain selain mengecewakan. Blackberry dulu salah satu gadget idaman saya, namun sejak menjamur dan terbukti produktivitasnya rendah untuk editing apalagi cek email dan editing kerjaan, saya mulai kecewa dengan blackberry.

Posted in Technology | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penelitian tentang Diet (1)

Saya sudah lama menjadi pembaca setia dari Exrx.net sebuah website yang menyajikan data dan informasi mengenai olahraga dan diet, yang menarik dari website ini dia memuat banyak hal yang menjadi informasi tentang dasar – dasar menurunkan berat badan dan bagaimana menurunkan berat badan secara seimbang.

Nah lagi – lagi ngomongin diet untuk mengurangi kadar lemak dalam tubuh, saya kutip beberapa jurnal penelitian yang meneliti tentang makanan – makanan yang membantu menurunkan kadar lemak tubuh :

Air Putih/Air Mineral

Boschmann M, Steiniger J, Hille U, Tank J, Adams F, Sharma AM, Klaus S, Luft FC, Jordan J (2003). Water-induced thermogenesis. J Clin Endocrinol Metab. 88(12):6015-9

Drinking lots of water is commonly espoused in weight loss regimens and is regarded as healthy; however, few systematic studies address this notion. In 14 healthy, normal-weight subjects (seven men and seven women), we assessed the effect of drinking 500 ml of water on energy expenditure and substrate oxidation rates by using whole-room indirect calorimetry. The effect of water drinking on adipose tissue metabolism was assessed with the microdialysis technique. Drinking 500 ml of water increased metabolic rate by 30%. The increase occurred within 10 min and reached a maximum after 30-40 min. The total thermogenic response was about 100 kJ. About 40% of the thermogenic effect originated from warming the water from 22 to 37 C. In men, lipids mainly fueled the increase in metabolic rate. In contrast, in women carbohydrates were mainly used as the energy source. The increase in energy expenditure with water was diminished with systemic beta-adrenoreceptor blockade. Thus, drinking 2 liters of water per day would augment energy expenditure by approximately 400 kJ. Therefore, the thermogenic effect of water should be considered when estimating energy expenditure, particularly during weight loss programs.

Artikel ini berangkat dari pemahaman yang berkembang selama ini kalau mengkonsumsi air putih/air mineral yang banyak merupakan elemen yang penting dalam penurunan berat badan dan juga termasuk suatu katergori kegiatan yang menyehatkan. Hasil studi menunjukkan bahwa ternyata berdasarkan hasil pengujian terhadap 14 orang yang bertubuh “sehat” dalam arti berat badan yang termasuk kategori normal, yang terdiri atas 7 orang pria dan juga 7 orang wanita dimana masing – masing dari mereka mengkonsumsi 500 ml air mineral  ternyata mereka berhasil menaikan 30% dari metabolisme mereka. Hasil study menunjukkan ternyata untuk responden pria, lipids (lemak) dipergunakan sebagai sumber bahan bakar yang meningkatkan metabolisme tubuh, sedangkan pada wanita karbohidrat lebih dipergunakan sebagai sumber energi untuk menaikkan metabolisme tubuh. Kesimpulan laporan ini, mengkonsumi 2 liter air perhari akan meningkatkan pembakaran dan metabolisme tubuh sekitar 400 Kilojoule, dengan demikian air memiliki efek thermogenic* yang harus diperhitungkan dalam menghitung besaran kalori khususnya ketika dalam penurunan berat badan.

Thermogenic : istilah ini biasanya dipakai dalam obat – obatan yang bertujuan untuk membakar lemak atau Fat Burners. Obat pembakar lemak, itu biasanya mengandung caffeine yang memacu detak jantung sehingga jantung lebih cepat berdetak sehingga ketika kita sedang berolahraga yang memanfaatkan dan mengandalkan detak jantung seperti lari, bersepeda atau muay thai kita akan mengeluarkan energi lebih banyak. Energi didapat dari pembakaran lemak dan/atau karbohidrat. 

Buah dan Sayuran 

Rolls BJ, Ello-Martin JA, Tohill BC (2004). What can intervention studies tell us about the relationship between fruit and vegetable consumption and weight management? Nutr Rev. 62(1):1-17

Given the recent surge in obesity, effective dietary strategies for weight management are required. Because fruits and vegetables are high in water and fiber, incorporating them in the diet can reduce energy density, promote satiety, and decrease energy intake. Although few interventions have specifically addressed fruit and vegetable consumption, evidence suggests that coupling advice to increase intake of these foods with advice to decrease energy intake is a particularly effective strategy for weight management. This approach may facilitate weight loss because it emphasizes positive messages rather than negative, restrictive messages.

Rasanya kita semua sudah tahu kalau dalam menurunkan berat badan, buah dan sayuran memegang peranan yang penting dan mungkin krusial dalam pengaturan diet yang seimbang. Sepanjang diet itu memang bertujuan untuk menurunkan berat badan maka buah dan sayuran menjadi elemen penting di dalam aktivitas penurunan berat badan. Artikel ini juga membahas didalamnya bahwa prinsip dasar dalam diet fat loss itu adalah kalori masuk < kalori keluar, artinya selama kalori yang masuk lebih kecil dari kalori yang keluar, secara otomatis berat badan akan menurun. Makanya di dalam kesimpulan artikel ini disebutkan juga bahwa meningkatkan jumlah sayuran dan buah-buahan dalam diet penurunan berat badan yang dibantu dengan meningkatkan jumlah kalori yang keluar dibanding kalori yang keluar akan sangat membantu menurunkan berat badan.

Slavin JL (2005). Nutrition. Dietary fiber and body weight. 21(3):411-8.

Epidemiologic support that dietary fiber intake prevents obesity is strong. Fiber intake is inversely associated with body weight and body fat. In addition, fiber intake is inversely associated with body mass index at all levels of fat intake after adjusting for confounding factors. Results from intervention studies are more mixed, although the addition of dietary fiber generally decreases food intake and, hence, body weight. Many mechanisms have been suggested for how dietary fiber aids in weight management, including promoting satiation, decreasing absorption of macronutrients, and altering secretion of gut hormones.The average fiber intake of adults in the United States is less than half recommended levels and is lower still among those who follow currently popular low-carbohydrate diets, such as Atkins and South Beach. Increasing consumption of dietary fiber with fruits, vegetables, whole grains, and legumes across the life cycle is a critical step in stemming the epidemic of obesity found in developed countries. The addition of functional fiber to weight-loss diets should also be considered as a tool to improve success.

Dukungan epidemiologi bahwa asupan serat makanan mencegah obesitas yang kuat. Asupan serat yang terbalik terkait dengan berat badan dan lemak tubuh. Selain itu, asupan serat berbanding terbalik dikaitkan dengan indeks massa tubuh di semua tingkat asupan lemak setelah disesuaikan untuk faktor pembaur. Hasil dari studi intervensi yang lebih beragam, meskipun penambahan serat makanan umumnya menurun asupan makanan dan, karenanya, berat badan. Banyak mekanisme telah diusulkan untuk bagaimana diet serat bantu dalam manajemen berat badan, termasuk mempromosikan kekenyangan, penurunan penyerapan macronutrients, dan mengubah sekresi asupan serat usus hormones. rata-rata orang dewasa di Amerika Serikat adalah kurang dari setengah tingkat yang direkomendasikan dan lebih rendah masih di antara mereka yang mengikuti saat ini populer diet rendah karbohidrat, seperti Atkins dan South Beach. Meningkatkan konsumsi serat makanan dengan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan di seluruh siklus hidup merupakan langkah penting dalam membendung epidemi obesitas ditemukan di negara-negara maju. Penambahan serat fungsional untuk penurunan berat badan diet juga harus dipertimbangkan sebagai alat untuk meningkatkan keberhasilan.

Low energy dense foods (makanan dengan rendah kalori)

Ello-Martin JA, Ledikwe JH, Rolls BJ (2005). The influence of food portion size and energy density on energy intake: implications for weight management. Am J Clin Nutr. 2005 Jul;82(1 Suppl):236S-241S.

The increase in the prevalence of obesity has coincided with an increase in portion sizes of foods both inside and outside the home, suggesting that larger portions may play a role in the obesity epidemic. Although it will be difficult to establish a causal relationship between increasing portion size and obesity, data indicate that portion size does influence energy intake. Several well-controlled, laboratory-based studies have shown that providing older children and adults with larger food portions can lead to significant increases in energy intake. This effect has been demonstrated for snacks and a variety of single meals and shown to persist over a 2-d period. Despite increases in intake, individuals presented with large portions generally do not report or respond to increased levels of fullness, suggesting that hunger and satiety signals are ignored or overridden. One strategy to address the effect of portion size is decreasing the energy density (kilojoules per gram; kilocalories per gram) of foods. Several studies have demonstrated that eating low-energy-dense foods (such as fruits, vegetables, and soups) maintains satiety while reducing energy intake. In a clinical trial, advising individuals to eat portions of low-energy-dense foods was a more successful weight loss strategy than fat reduction coupled with restriction of portion sizes. Eating satisfying portions of low-energy-dense foods can help to enhance satiety and control hunger while restricting energy intake for weight management.

Peningkatan prevalensi obesitas telah bertepatan dengan peningkatan ukuran porsi makanan baik di dalam maupun di luar rumah, menunjukkan bahwa porsi yang lebih besar mungkin memainkan peran dalam epidemi obesitas. Meskipun akan sulit untuk membangun hubungan sebab akibat antara ukuran porsi meningkat dan obesitas, data menunjukkan bahwa ukuran porsi tidak mempengaruhi asupan energi. Studi terkontrol dengan baik, laboratorium berbasis Beberapa telah menunjukkan bahwa memberikan anak-anak dan orang dewasa dengan porsi makan yang lebih besar dapat menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam asupan energi. Efek ini telah dibuktikan untuk makanan ringan dan berbagai makanan tunggal dan terbukti bertahan selama 2-d. Meskipun peningkatan dalam konsumsi, individu disajikan dengan sebagian besar umumnya tidak melaporkan atau menanggapi peningkatan tingkat kepenuhan, menunjukkan bahwa rasa lapar dan kenyang sinyal diabaikan atau diganti. Salah satu strategi untuk mengatasi efek dari ukuran porsi berkurang kepadatan energi (kalori per gram; kilokalori per gram) dari makanan. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa makan rendah energi makanan padat (seperti buah-buahan, sayuran, dan sup) memelihara rasa kenyang sekaligus mengurangi asupan energi. Dalam sebuah uji klinis, menyarankan orang untuk makan porsi low-makanan padat energi adalah berat badan lebih sukses daripada kehilangan strategi pengurangan lemak ditambah dengan pembatasan ukuran porsi. Makan porsi memuaskan rendah makanan padat energi dapat membantu untuk meningkatkan rasa lapar kenyang dan kontrol sementara membatasi asupan energi untuk manajemen berat badan.

Rolls BJ, Drewnowski A, Ledikwe JH (2005). Changing the energy density of the diet as a strategy for weight management. J Am Diet Assoc. 105(5 Suppl 1):S98-103.

A growing body of laboratory-based, clinical, and epidemiological data suggests that low-energy-dense diets are associated with better diet quality, lower energy intakes, and body weight. Dietary energy density can be lowered by adding water-rich fruits, vegetables, cooked grains, and soups to the diet, and by reducing the diet’s fat content. Low-energy-dense diets can be successfully incorporated into clinical dietetics since they help lower energy intake without reducing food volume and thus help individuals avoid feeling hungry and deprived. There are multiple steps that could be taken by nutrition professionals and food manufacturers to encourage the consumption of low-energy-dense diets. The goal is to develop reduced-calorie eating plans that meet personal food preferences and also provide satisfying food portions. Since using energy density to guide food choices leads to food patterns consistent with dietary guidelines, policy level initiatives should be devised to help ensure that low-energy-dense diets are affordable and accessible to al

Sebuah badan tumbuh data laboratorium berbasis, klinis, dan epidemiologi menunjukkan bahwa rendah padat energi diet yang berhubungan dengan kualitas diet yang lebih baik, konsumsi energi yang lebih rendah, dan berat badan. Kepadatan energi diet dapat diturunkan dengan menambahkan air yang kaya buah-buahan, sayuran, biji-bijian dimasak, dan sup untuk diet, dan dengan mengurangi kandungan lemak diet ini. Rendah energi padat diet dapat berhasil dimasukkan ke dietetics klinis karena mereka membantu asupan energi yang lebih rendah tanpa mengurangi volume makanan dan dengan demikian membantu individu menghindari perasaan lapar dan kekurangan. Ada beberapa langkah yang bisa diambil oleh para profesional gizi dan produsen makanan untuk mendorong konsumsi rendah energi padat diet. Tujuannya adalah untuk mengembangkan mengurangi kalori makan rencana yang memenuhi preferensi makanan pribadi dan juga menyediakan porsi makanan memuaskan. Sejak menggunakan kepadatan energi untuk memandu pilihan makanan mengarah ke pola makanan sesuai dengan pedoman diet, kebijakan inisiatif tingkat harus dirancang untuk membantu memastikan bahwa rendah padat energi diet yang terjangkau dan dapat diakses oleh al

Rolls BJ, Roe LS, Meengs JS (2004). Salad and satiety: energy density and portion size of a first-course salad affect energy intake at lunch. J Am Diet Assoc. 104(10):1570-6.

Compared with having no first course, consuming the low-energy-dense salads reduced meal energy intake (by 7% for the small portion and 12% for the large), and consuming the high-energy-dense salads increased intake (by 8% for the small portion and 17% for the large). When two salads with the same number of calories were compared, meal intake was decreased when the large portion of the lower-energy-dense salad was consumed.

Eating a low-energy-dense first course enhances satiety and reduces meal energy intake. Consuming a large portion of a low-energy-dense food at the start of a meal may be an effective strategy for weight management

Dibandingkan dengan tidak memiliki kursus pertama, mengkonsumsi rendah padat energi salad makan asupan energi berkurang (sebesar 7% untuk porsi kecil dan 12% untuk besar), dan mengkonsumsi energi tinggi padat salad meningkatkan asupan (sebesar 8% untuk bagian kecil dan 17% untuk besar). Ketika dua salad dengan jumlah kalori yang sama dibandingkan, asupan makan yang menurun ketika sebagian besar salad rendah padat energi yang dikonsumsi.
Makan kursus rendah energi padat pertama meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi asupan makan energi. Mengkonsumsi sebagian besar makanan rendah padat energi pada awal makan mungkin menjadi strategi yang efektif untuk manajemen berat badan

Posted in Diet and Sports | Tagged , , , | Leave a comment

Jadi kurus? Hati–hati dengan loose skin

Rasanya ga ada yang kepengin jadi orang gendut dan penyakitan, sejauh ini yang saya temui semua kepengin jadi orang yang pengen punya tubuh proporsional. Proporsional dalam arti ga terlalu besar, tapi juga ga terlalu kurus, beberapa teman – teman saya juga bilang kalau bisa mereka ingin tubuh yang berotot, dan dapat memikat cewek – cewek yang mereka taksir. Supaya bisa kurus secara alami dan sehat semua orang sudah tahu kuncinya kan?diet dan olahraga! Banyak jenis dan cara untuk diet dan olahraga, dan banyak cara juga supaya diet dan olahraga itu bisa berhasil, tapi intinya terletak pada motivasi dan prinsip utama kalori in< kalori out, tapi saya sekarang ga tertarik untuk membahas mengenai diet dan motivasi, saya lebih tertarik untuk membahas loose skin.

Loose skin itu kondisi dimana kita memiliki kulit yang berlebih sebagai akibat dari lapisan di bawah kulit yang berkurang, dibawah kulit itu isinya apa sih? ya ada lemak, ada otot, ada air dsb deh. Nah jadi saya mau cerita sedikit pengalaman saya ya, semua orang sudah tahu kalau saya pernah menurunkan berat badan dari 115 kg menjadi seperti sekarang ini 78 kg, saya pernah lebih rendah menjadi 75 kg, dengan kondisi badan seperti itu tentu saja saya senang karena saya berasumsi kalau yang hilang segitu banyak adalah lemak dan air, tapi ternyata bukan,  ternyata otot saya juga berkurang! Saya sempat berada pada kondisi kritis dengan adanya loose skin tersebut, kondisi kritis artinya saya sempat hampir kehilangan massa otot yang besar dengan kulit yang bergelambir, inilah yang paling saya takuti dan ini juga yang paling saya khawatirkan, kenapa?karena dengan loose skin berarti ada kekosongan didalam kulit yang untuk mengisinya kembali dengan air ataupun lemak sangat sulit, apalagi otot.

Saya sangat menjaga kondisi badan dan otot saya, kenapa?karena saya pengen memiliki badan yang toned dan besar seperti THOR! hehehe, mimpi?boleh dong, namanya juga usaha Smile with tongue out nah dengan badan yang dahulu sampai seberat 115 kg saya berpikir ah sebaiknya saya turunin dulu sampai sekitar 70 kg nanti saya isi lagi badan saya dengan otot, toh saya sudah tahu bahwa membentuk otot di badan adalah kombinasi makan dengan  30% karbohidrat, 30% lemak, 40% protein dibantu mineral dan istirahat yang cukup. Ternyata badan manusia itu lebih pintar ya, pada satu titik tertentu penurunan berat badan dengan cepat itu tidak jika tidak dibarengin dengan diet yang bener justru akan merusak penampilan dan lebih parahnya lagi merusak kondisi badan kita sendiri. Ini contoh dari loose skin :

Buat saya gambar tersebut mengerikan dan cukup memberikan inspirasi untuk tidak berlebihan menurunkan berat badan saya. Badan saya memiliki titik toleransi pada sekitaran berat badan 78 kg – 80 kg, disini saya melihat kalau ternyata perut saya yang sudah rata sejak berat saya 87 kg menjadi lebih terdefinisi dan toned dengan maintain pada sekitaran berat 78 – 80 kg artinya apa? artinya ya saya ga boleh turun lagi berat badannya supaya ga terjadi loose skin. Nah setidaknya itu cerita saya sekarang mengenai loose skin, jadi inget kalau diet hati-hati ya Smile

Posted in Diet and Sports | Tagged , , | Leave a comment

masdymas’ photostream

     Radhusplassen
BirdieAker bryggeSkyblueAftenposten?Universitetet i osloOslo
SognsvannAnother oslo artDSC00701100_0608NationaltheatretSt.Olav Domkirke

A collection on Flickr,

Some says blogging, sharing pictures is a foolish thing to do because you reveal your secrets and anything that you have. However here is a snapshot of my flickr account at the moment

Posted in Travel | Leave a comment

Oslo through my Camera

Oslo not so long ago, more uploads to come :)

Posted in Travel | Tagged , , , , , , | Leave a comment

If only your body could scream…

As a lawyer, i need to be energize and fully recharged 24/7 a day, i had to run my life extreme to the fullest. I enjoyed my life and i had chosen to life this way since i graduated from the law school and moved to Jakarta in mid 2004.

I got a job as a lawyer in 2004, and i’m happy with my life even when i have to wake up 4.30 in the morning, drive my car to sudirman, sleeping in the parking lot for 2 hours and go straight to the office at 8 or 9. At the office you need to be totally full of concentration, going for meetings, court hearings, negotiation with other parties, reviewing documents and even you have to do marketing by lecturing and socialize with some colleagues, and then went back home at midnight and woke up again 4.30 in the morning. This is the way i do it, and this is how i value my life and struggle in my daily life.

I’ve heard it many times and I’ve said it to my self, “Push Yourself!!!”, “Go beyond your limits!!!”, and the best one of course “it ain’t over til i said its over!!!”. This is the way i live my life, forcing everything to the limits and always expect to gain something “hard” in return, through my experience from childhood to an early adult, all of these saying is a way where i could motivate my life to reach something beyond my limits,and it is proven to be useful.

However!!! my eating habits goes exactly the same, and turns out this is a kind of eating habit which i maintained since i was a kid until three years ago. Whenever there is a bunch of food in a table, i followed my instinct to “Push Myself”, “Go beyond my limits”, and of course “it ain’t over til i said it’s over”, as you can predict, i turn out to be as huge as an elephant, with a height just 172 cm, and weight 114 kg, of course i become as huge as an baby elephant :D. I just can’t stop, and I’ll said it clearly, yes i love to eat!!!

I was enjoying my life back then. After graduating from the law school and move out to Jakarta, in the weekends, i traveled around the city just to find a good place to sit and have a meal each time i wanted. I started my day with a breakfast by eating fried rice with scrambled egg, for lunch i had an Ox – tail soup with rice and emping, for afternoon snack i had a glass of coffee with sweet biscuits and cakes, and for dinner is everything tasty in life and my mouth :P. Fried rice, Pork, noodle, meat balls or may be a large portion of chicken hainan rice with cokes. If i had a gathering i always had steaks with a portion of fats, and closed by an dessert such as sweet cakes or may be ice cream, alcohol has also play a major role in every gathering, and sometimes for bed-time snacks i had durians, life sure is tasteful that time.

But you know as Nelly Furtado said, flames to dust, lovers to friend, why do all good things come to an end?The tasteful life had to reach an end, and it had to an end with a pain. It was back in 2009, when things started to change in life, having a serious pain in my heart, (physically and emotionally), dizzy, and of course mood changing, at some point i realize that i had to change my life and started with a brand new life, it seems like the alarm is ticking on me and i hope the buzzard won’t ring saying that my time is over. So i started to run a new life, eating when it is necessary, consume only the best and most healthiest food, and of course started to drink milk. Milk? yes i started to drink milk again, and combine with other good source of protein, such as fish, chicken and of course tempeh or tofu, but of course everything needs to combine with low calorie diets and excercise. I started to hear what my body wants me to hear, the alarm rings and i need to stay cautious for that.

And here is the result :

Posted in Diet and Sports | Tagged , , , , , | Leave a comment

Its just a simple, holy and amazing javanese wedding :)

So it’s been 2 months since i decided to start a brand new journey of life, it’s a never ending journey where 2 minds, 2 hearts, and 2 soul are now joined together.I started to look at my life as a fun adventure journey , it’s not going to be easy but it sure is worth to take.

THE PALACE PURI TIRTA

Our journey starts when we decided to be kings and queens, where i will be the king and she of course will be my queen. A king means a person who has attention from everyone, a king also means a person who has respect from others for whatever he has done, in other words a king reflects the definition of a leader in certain circumstances. This is the concept that we took for our holy, simple but still amazing Javanese Wedding :)

TRADITIONAL JAVANESE ? SHOCKING PINK!!!

This is the costume we have chosen to be our dress during the ceremony at the wedding party, it sure is complicated with all the accessories, and complicated wardrobe but since we have chosen to be a Javanese King and Queen, so like it or not we have to wear it. As you can see our dress was quite fancy, with all the flowers and the golds, not to forget the shocking pink costume (thank you darling, for making it sooooo bright), however everyone says it looks good on both of us

The wedding was fancy and beautiful, as you can see the decoration was made to match with our costume, a combination of shocking pink and greens from the nature was quite a combination and makes this wedding feel more into the nature, well its an outdoor wedding anyway :)

THE CEREMONY : SIMPLE BUT MIXED

We had a procession before entering the building, where i have to walk on the con-blocks and the slippers are not comfortable and almost had me slipped of couple of times (Damn those tiny slippery slippers!!!), so because i almost slipped a way a couple of times i had to walk a little bit faster, and in the end my wife keep saying : “Please honey slow down a little bit will you!” Hehehe, sorry babe, that is just the way i walk, well at least for that moment :)

Although we wanted it to be totally javanese, we had some improvisation here, we added a cake cutting ceremony. This is our way to say, even we’re javanese we’re still adaptive to the western tradition :D . Well i guess that is it for now, a glimpse of my traditional but modern, simple but complicated, and fair but still elegant. Oh by the way, have some cupcakes of our celebration of 11 years of being in a relationship. (well the wedding is just the next journey after being in a relation for quite a time :)

Enjoy the cupcakes :

Posted in Wedding | Tagged , | 2 Comments